BENDA BENDA ERGESTIK (CA-OKSALAT)
LAPORAN BOTANI FARMASI II
BENDA BENDA ERGESTIK
(CA-OKSALAT)
D
I
S
U
S
U
N
OLEH : KELOMPOK V
KELAS 2.1
170205050 Ririn M Pandiangan 170205057 Yohana Nababan
170205051 Risnawat R Depari 170205058 Susan Lorensza
170205052 Anita C Sihotang 170205059 Liber K Humenru
170205054 Cut devi syuatmi 170205060 Nurul Febrianti
170205056 Rivay J Pasaribu 170205169 Elisabet P Tarigan
Dosen pembimbing : Alfi Safitri M.pd
FAKULTAS FARMASI DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
MEDAN
2019
IDENTIFIKASI ALEURON SECARA MIKROSKOPI
A. TUJUAN
· Untuk dapat mengetahui dan dapat membedakan macam-macam ca-oksalat yang umum digunakan dalam sediaan farmasi.
· Untuk mengetahui fragmen-fragmen yang ada dalam objek yang diamati
B. TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi mengenai struktur tumbuhan melibatkan satuan fungsi organik
terkecil dalam tumbuhan itu sendiri yaitu sel. Sel tumbuhan dibatasi oleh dinding sel yang didalamnya terdapat tempat berlangsungnya reaksi kimia yang diperlukan untuk kehidupan sel. Pengamatan tentang sel hanya dapat terlihat menggunakan mikroskop. Dalam hal ini, mempelajari ukuran dan bentuk sel merupakan hal penting, namun tanpa memahami isi dari sel (unit sel) serta hubungannya dengan sel-sel lain yang melapisinya tidak akan didapat pengetahuan yang mendalam tentang sel itu sendiri (Hidayat, 1995).
terkecil dalam tumbuhan itu sendiri yaitu sel. Sel tumbuhan dibatasi oleh dinding sel yang didalamnya terdapat tempat berlangsungnya reaksi kimia yang diperlukan untuk kehidupan sel. Pengamatan tentang sel hanya dapat terlihat menggunakan mikroskop. Dalam hal ini, mempelajari ukuran dan bentuk sel merupakan hal penting, namun tanpa memahami isi dari sel (unit sel) serta hubungannya dengan sel-sel lain yang melapisinya tidak akan didapat pengetahuan yang mendalam tentang sel itu sendiri (Hidayat, 1995).
Sel tumbuhan mempunyai bentuk, ukuran dan struktur yang bervariasi dan sangat rumit. Walaupun demikian, semua mempunyai persamaan dalam beberapa segi dasar. Tumbuhan dan hewan merupakan organisme yang tubuhnya tersusun oleh sel-sel. Sel tumbuhan dan sel hewan merupakan variasi dari satu tipe unit dasar atau satuan struktur. Hal ini menjadi dasar teori tentang sel yang dikemukakan oleh Schwann dan Schleiden pada tahun 1838.
Berdasarkan konsep tersebut, sel merupakan kesatuan struktur dan fungsi organisme hidup karena sel mempunyai kesamaan dalam hal pola susunan metabolisme dan makromolekul.
Benda ergastik adalah bahan non protoplasma, baik organik maupun anorganik, sebagai hasil metabolisme yang berfungsi untuk pertahanan, pemeliharaan struktur sel, dan juga sebagai penyimpanan cadangan makanan, terletak di bagian sitoplasama, dinding sel, maupun di vakuola.
Benda ergastik adalah bahan non protoplasma, baik organik maupun anorganik, sebagai hasil metabolisme yang berfungsi untuk pertahanan, pemeliharaan struktur sel, dan juga sebagai penyimpanan cadangan makanan, terletak di bagian sitoplasama, dinding sel, maupun di vakuola.
Dalam sel benda ergastik dapat berupa karbohidrat (amilum), protein (aleuron dan gluten), lipid (lilin, kutin, dan suberin), dan Kristal (Kristal ca-oksalat dan silika). Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa benda ergastik memiliki banyak fungsi untuk sel, misalnya penyimpanan cadangan makanan, contohnya amilum; pemeliharaan struktur (lilin); dan perlindungan, misalnya adanya Kristal ca oksalat dalam suatu jaringan tumbuhan dapat menyebabkan reaksi alergi bagi hewan yang memakannya, sehingga hewan tersebut tidak akan bernafsu menyentuhnya untuk yang kedua kali.
Pada sel mati tidak dijumpai adanya organel-organel, di dalam sel hanya berupa ruangan kosong saja. Sel mati sendiri asalnya dari sel hidup. Sel menjadi mati disebabkan karena berbagai faktor, misalnya faktor genetik maupun faktor lingkungan. Sedangkan yang akan dibahas dalam praktikum ini adalah sel mati karena faktor genetik, maksudnya sel tersebut mati karena telah mencapai umur yang memang telah ditentukan secara genetik. Sel-sel tersebut memang dalam perkembangannya terspesialisasi untuk menjadi suatu sel mati, yang memiliki fungsi tertentu dalam bagi tumbuhan. Misalnya sel-sel xilem-xilem yang akan bersifat mati secara khusus berguna untuk pengangkutan unsur mineral dari dalam tanah ke daun.
Kristal kalsium oksalat umumnya terdapat pada sel kortek dan sel parenkim floem dan parenkim xilem. Kristal kalsium oksalat terbentuk ketika asam oksalat yang bersifat racun bagi tumbuhan dimetabolisme dengan ion kalsium sehingga terjadi pengendapan. Endapan-endapan ini kemudian membentuk kristal yang selanjutnya disebut kristal kalsium oksalat. Untuk lebih jelasnya perhatikan skema berikut:
Sifat kristal kalsium oksalat, apabila ditambahkan asam cuka dan sedikit dipanaskan, maka akan terbentuk gelembung-gelembung gas karbondioksida. Selain menggunakan asam cuka, dapat pula digunakan asam klorida dan asam sulfat.
Salah satu benda ergastis yang menarik untuk diamati pada bidang anatomi tumbuhan adalah kristal kalsium oksalat (Ca oksalat). Kristal kalsium oksalat mempunyai beragam bentuk, bergantung jenis tumbuhannya. Berikut beberapa bentuk kristal kalsium oksalat yang dapat dijumpai di dalam sel-sel tumbuhan tertentu:a
- Bentuk druse, merupakan kristal yang berbentuk kelenjar atau globuse masses atau druse. Bentuk ini hanmya terdapat pada sel-sel tertentu. Bentuknya seringkali tidak beraturan, dapat serupa bintang, bulat, atau bentuk lainnya. Bentuk kristal kalsium oksalat ini dapat ditemukan pada sel-sel serat tangkai daun pepaya (Carica papaya), dan keberadaannya seringkali memenuhi lumen sel.
- Bentuk prisma teratur, biasanya terdapat dalam sel-sel di bawah epidermis daun jeruk(Citrus sp.) .
- Bentuk jarum, dapat ditemukan pada daun bunga pukul empat (Mirabilis jalapa).
- Bentuk butiran-butiran kecil, sering pula disebut kristal pasir. Bentuk kristal kalsium oksalat ini dapat ditemukan pada tangkai daun bayam (Amaranthus sp.).
- Bentuk rafida, atau bentuk jarum yang tersusun sejajar. Rafida dapat ditemukan pada kulit buah aren (Arenga pinnata), yaitu pada sel-sel dari bagian jaringan parenkim.
C. ALAT DAN BAHAN
1. ALAT
· Mikroskop
· Pipet tetes
· Objek glass
· Deks glass
· Tissue
2. BAHAN
· Daun manggga
· Daun jeruk
· Daun jarak
· Daun puring
· Daun jambu bjii
· Daun nenas
· Batang bayam
· Bunga mawar
· Rhoeo discolor
· Batang pepaya
· Kloralhidrat
· Aquadest
D. PROSEDUR KERJA
Ø Sediakan mikroskop ang baik dan telah nyala.
Ø Gunakan lensa pembesaran 20 x pada mikroskop
Ø Letakkan sedikit sekali sampel pada objek glass.
Ø Kemudian tetesi kloralhidrat atau aquadest ke sampel yang ada di objek glass.
Ø Kemudian timpa dengan deks glass .
Ø Amati dibawah mikroskop.
Ø Lakukan langkah diiatas untuk semua sampel
Ø Catat hasil pengamatan
E. HASIL PENGAMATAN
NAMA SAMPEL
|
MAKROSKOPIIK
|
MIKROSKOPIK
| |||
Dari percobaan
|
Dari Internet
| ||||
· batang papaya
| |||||
· Daun jeruk
| |||||
· Daun jarak
| |||||
· Daun puring
|
| ||||
· Daun jambu bjii
|
| ||||
· Daun nenas
|
| ||||
· Batang bayam
| |||||
· Bunga mawar
| ![]() | ||||
PEMBAHASAN
Benda ergastik adalah bahan non protoplasma, baik
organik maupun anorganik, sebagai hasil metabolisme yang berfungsi untuk
pertahanan, Pemeliharaan struktur sel, dan juga sebagai
penyimpanan cadangan makanan, terletak di baigan sitoplasama,
dinding sel, maupun di vakuola. Dalam sel benda ergastik dapat berupa
karbohidrat (amilum), protein (aleuron dan gluten), lipid (lilin,kutin, dan
suberin), dan Kristal (Kristal ca-oksalat dan silika). Benda ergastik berfungsi
sebagai penyimpanan cadangan makanan, contohnya amilum; pemeliharaan struktur
(lilin); dan perlindungan, misalnya adanya Kristal ca oksalat. Kristal Ca
Oksalat termasuk bahan ergastik yang bersifat padat. Terbentuk sebagai hasil
akhir metabolisme, ada juga yang terbentuk karena terjadinya pemadatan zat-zat
cair makanan cadangan, sehingga berwujud butiran. Komponen non protoplasmic
yang bersifat cair itu terdapat di dalam vakuola dan yang bersifat padat
terdapat pada kristal kalsium oksalat, aleuron, dan amilum. Proses terjadinya
melalui pengendapan hasil metabolisme. Endapan tersebut berupa asam oksalat
yang bersifat racun bagi tumbuh-tumbuhan apabila garam oksalat yang jika
terakumulasi terlalu banyak. Selain itu kristal tidak larut dalam asam cuka
namun larut dalam asam kuat.
Kristal kalsium oksalat umumnya terdapat pada sel kortek dan sel parenkim
floem dan parenkim xilem. Kristal kalsium oksalat terbentuk ketika asam oksalat
yang bersifat racun bagi tumbuhan dimetabolisme dengan ion kalsium sehingga
terjadi pengendapan. Endapan-endapan ini kemudian membentuk kristal yang
selanjutnya disebut kristal kalsium oksalat. Untuk lebih jelasnya perhatikan
skema berikut:
Sifat kristal kalsium oksalat, apabila ditambahkan asam cuka dan sedikit dipanaskan, maka akan terbentuk gelembung-gelembung gas karbondioksida. Selain menggunakan asam cuka, dapat pula digunakan asam klorida dan asam sulfat. Salah satu benda ergastis yang menarik untuk diamati pada bidang anatomi tumbuhan adalah kristal kalsium oksalat (Ca oksalat). Kristal kalsium oksalat mempunyai beragam bentuk, bergantung jenis tumbuhannya. Berikut beberapa bentuk kristal kalsium oksalat yang dapat dijumpai di dalam sel-sel tumbuhan tertentu:a
Kristal Ca Oksalat pada penampang melintang batang
bayam berbentuk pasir kristal yang berupa butiran pasir berbentuk kristal.
Pasir-pasir kristal ini dikelilingi oleh kloroplas.. Preparat yang digunakan
untuk mengamati peristiwa antosianin adalah penampang permukaan bawah
daun Rhoe discolor, dengan 3 buah sayatan yang diletakkan pada
kaca objek. Masing-masing ditetesi air, kloralhidrat, KOH, dan HCL.
Kristal jarum (rafida) berbentuk seperti jarum atau
sapu lidi terdapat pada penampang melintang daun Mirabilis javala.
Pada praktikum ini kristal jarum ditemukan dengan pembesaran 10x10. Kristal
drusen (bentuk bintang/roset) terdapat pada penampang melintang tangkai
daun Carica papaya .
KESIMPULAN
Benda
ergastik adalah bahan non protoplasma berfungsi untuk pertahanan, pemeliharaan
struktur sel, dan juga sebagai penyimpanan cadangan makanan dapat berupa berupa
karbohidrat, protein, lipid, dan Kristal. Kristal terbentuk sebagai hasil akhir
metabolisme, ada juga yang terbentuk karena terjadinya pemadatan zat-zat cair makanan
cadangan, sehingga berwujud butiran. Kristal jarum (rafida) berbentuk seperti
jarum atau sapu lidi terdapat pada penampang melintang daun Mirabilis
jalapa. Kristal pada penampang melintang batang bayam berbentuk pasir
kristal yang berupa butiran pasir berbentuk kristal. Kristal jarum (rafida)
berbentuk seperti jarum atau sapu lidi terdapat pada penampang melintang
daun Mirabilis javala. Pada praktikum ini kristal jarum ditemukan
dengan pembesaran 10x10. Kristal drusen (bentuk bintang/roset) terdapat pada
penampang melintang tangkai daun Carica papaya .
DAFTAR PUSTAKA
Mulyani, Sri.
2006. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta : Kanisus
Setiowati, Tetty.
2007. Biologi Interaktif. Jakarta : Azka Press.
Kuo-Huang, L-L., Maurice, S.B. dan Franceschi,
V.R. 2007. Correlations
Between
Calcium Oxalate Crystals
and Photosynthetic Activities in
Palisade Cells of
Shade Adapted Peperomia glabella. Botanical Studies. 48: 155-164.
| |||||





























Komentar
Posting Komentar